DOW38,234.12+0.23%
S&P 5004,567.89+0.45%
NASDAQ14,234.56-0.12%
VIX18.45+2.10%
GOLD2,345.67+1.23%
BTC89,234.56+3.45%
AP Trading Insight Logo
APAC FUND FLOW

Feel Good Indonesian Investment

1 views

Feel Good Indonesia.

Dalam skenario dasar (base case) kami, target indeks JCI pada Desember 2026 adalah 9.100 (MXID: 7.200), yang mengimplikasikan potensi kenaikan sekitar 7,1% dari level saat ini. Proyeksi ini didasarkan pada pertumbuhan EPS sebesar 8% untuk tahun 2026F, dengan kenaikan valuasi (multiple re-rating) yang terbatas, yakni sekitar 15x P/E FY26 dibandingkan 14,8x P/E FY25 saat ini.

Pertumbuhan laba pasar diperkirakan akan didorong oleh:

Materials (+40% YoY),

Consumer Staples (+15% YoY),

Consumer Discretionary (+14% YoY).

Sementara itu, sektor yang diperkirakan tertinggal meliputi:

Properti (+4% YoY),

Otomotif (-1% YoY),

Industri (-1% YoY).

Skenario Bull Case

Target JCI Desember 2026: 9.0xx (MXID: 7.500).Pertumbuhan PDB yang kuat di atas 5,5%, didorong oleh pemulihan konsumsi domestik yang solid, peningkatan belanja pemerintah, serta likuiditas sistem yang lebih baik, berpotensi menghasilkan pertumbuhan EPS di atas 10% dan re-rating valuasi saham.Defisit transaksi berjalan (CAD) yang tetap jinak serta nilai tukar USD/IDR yang stabil di sekitar IDR 16.500 sepanjang tahun. Penurunan suku bunga domestik dan global yang lebih cepat.

Indeks JCI telah mengungguli MXID dan LQ45 sebesar 16–22% secara year-to-date (YTD), didorong oleh lonjakan saham-saham konglomerasi dengan free float rendah di tengah spekulasi potensi masuknya ke dalam indeks MSCI.

gambar di bawah adalah Perbandingan MSCI ASIA PASIFIC VS JCI

Screenshot 2025 12 15 030331

kami percaya bahwa JCI akan mengungguli perfrom dari MSCI APAC (Asia Pasific)  karena jka dilihat dari beberapa perbandigan MSCI EM dan MSCI World Index JCI sudah unggul artinya JCI outperform,

Screenshot 2025 12 15 031326

Inti dari tren ini adalah kembalinya investor ritel sebagai pemain utama di pasar, sebuah fenomena yang terakhir kali terlihat pada masa pandemi COVID. Tingkat partisipasi ritel pada Oktober 2025 mencapai 58% dari ADTV, level tertinggi sejak 2021. ADTV ritel pada Oktober 2025 tercatat IDR 14,5 triliun, merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah, melampaui rekor sebelumnya sebesar IDR 14,4 triliun pada Januari 2021.

Screenshot 2025 12 15 024519

Technical Presctive JCI

 

Photo 2025 12 15 03 46 51

dari sudut pandang Teknikal JCI mengalami Bearish divergence yang menandakan koreksi, dengan target Support terdekat yang berada di kisaran Rp,8397. dan JCI memiliki Probabilitas melanjutkan uptrend nya setelah kembali menyentuh level Support Rp 83xx dengan Target yang berada di fibo 0.5% di harga kisaran Rp 90xx sebagai Resistance terdekat dari JCI. kami yakin JCI selain Teknikal mendukung  dan di topang oleh beberapa foreign fund, dan beberapa saham konglomerasi, dan mining.

 

Stock View.

ASII.

Fokus strategis Astra dapat mendefinisikan prospek pertumbuhannya secara struktural serta mengurangi tuntutan investor terhadap pembayaran dividen reguler dalam jumlah besar.
Konsistensi Astra dalam mencatat laba di atas ekspektasi serta kenaikan estimasi laba konsensus seharusnya membuktikan kemampuan perusahaan dalam mengungguli realisasi pertumbuhan, meskipun ekspektasi pertumbuhan pasar cenderung mendatar.
Kami meyakini bahwa tinjauan strategis Astra mengindikasikan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan, sehingga valuasi berbasis SOTP dapat menangkap prospek pertumbuhan masing-masing segmen usaha secara lebih tepat.
Kami menaikkan estimasi EPS 2025E/2026E/2027E sebesar 12%/4%/3% menjadi Rp797/Rp817/Rp871, yang terutama didorong oleh:
Otomotif: ASP (average selling price) yang lebih tinggi dan peningkatan pangsa pasar
Perkebunan: ASP yang lebih tinggi
Pembiayaan: biaya kredit (credit cost) yang lebih rendah
Peluncuran kendaraan listrik (EV) hibrida terbaru Astra yang bersifat unik juga berpotensi mendorong penjualan mobil dalam jangka pendek.

Photo 2025 12 15 05 43 11

Technical Prespective.

Asii mengalami rejection di level Support yang berada di Rp 6425 Asii berpeluang melanjutkan Uptrned nya paska break di level Resistance, Rp 6900 dengan target next Resistance kisaran Rp 7,625.

ANTM

ANTM menggelar paparan kinerja 3Q25 hari ini (6 Nov). Paparan tersebut dihadiri oleh Arianto Sabtonugroho Rudjito (CFO) serta tim Investor Relations (IR) dan Corporate Finance. Secara keseluruhan, nada paparan disampaikan dengan sikap optimistis yang berhati-hati. Penjelasan dan rincian lebih detail dapat ditemukan pada pembahasan berikut.

Pandangan Manajemen terhadap Premium Harga Bijih Nikel Indonesia

Harga bijih nikel domestik Indonesia terus diperdagangkan dengan premium terhadap benchmark HPM, yang disebabkan oleh kelangkaan pasokan yang persisten:

 • Kuota RKAB membatasi sisi pasokan,

 • Sementara permintaan dari smelter RKEF/HPAL bersifat kuat (sticky) dan terus meningkat.

Nickel Ore Premium  pada Oktober dibandingkan September, mencerminkan:

 • Ketersediaan bijih di lokasi tambang yang semakin ketat, serta

 • Restocking smelter yang dilakukan lebih awal (front-loaded).

Menuju 2026, arah pergerakan premium akan sangat bergantung pada:

 1. Volume RKAB yang disetujui, dan

 2. Jadwal commissioning serta ramp-up smelter.

Skenario dasar (base case): premium diperkirakan tetap tinggi dibandingkan rata-rata historis.

Risiko penurunan (downside): hanya akan terjadi jika terdapat pelonggaran izin yang signifikan atau perlambatan permintaan smelter yang nyata.

Photo 2025 12 15 03 57 25

Technical Prespective.

ANTM mengalami kenaikan paska trowback di level Support kuat yang berada kisaran Rp 2920 antm berpotensi melanjutkan uptrend nya, dengan target sekiranya di level resistance terdekat Rp 3,440.

Best Regards.